Friday, March 16, 2007

“KISAH LAKI-LAKI PEMAKAN REMBULAN”--papermoon puppet theater show


“KISAH LAKI-LAKI PEMAKAN REMBULAN”
The Gate café, Jl. Mayjen Sutoyo No. 75 Yogyakarta
18 Januari 2007
(pukul 16.30 WIB dan 19.30 WIB)

Cerita diawali dengan situasi kelamnya malam di sebuah kota. Seorang anak laki-laki tampak sedih menangis di atap sebuah rumah. Sesekali ia menarik napas panjang. Sudah berhari-hari bulan, sahabatnya, menghilang. Adegan disusul dengan pertanyaan dari semua penduduk kota mengenai hilangnya bulan. Bagaimana mereka semua berusaha untuk memanggil bulan kembali, sampai kemudian mereka berusaha membuat bulannya sendiri-sendiri.
Mereka tetap tidak mengerti kemana bulan pergi selama ini.

Panggung disinari lampu temaram bernuansakan malam. Beberapa aktor muncul dari rumah-rumah yang tampak padat. Ada yang berbicara di atas atap, di jendela, bahkan sesekali si tong sampah dan sang awan pun turut urun bicara.
sayangnya, tak satupun manusia yang muncul di pementasan ini.
Berbagai bentuk botol plastik bekas telah disulap menjadi aktor-aktor yang siap bermain di atas pentas.
Pementasan ini akan menampilkan Aniek Rusmawati, Wisnuadji, Mareta, Hafez Achda, Agustina Tri Wahyuningsih dan Ria Kriwil sebagai pemain boneka, dan juga melibatkan seorang perupa, Iwan Effendi sebagai desainer artistik. Naskah dan sutradara oleh Ria Kriwil.--(papermoon)--

Email : papermoon_child@yahoo.com

Manager Program : Maria Tri Sulistyani (Ria), +62812-270-801

Marketing Person : Aniek Rusmawati, No. Telepon : +62817-412-3394

satu kata dari saya KEREEEENNN,,,,,,dan tau apa yang terjadi, hhhhmmm 2 kali pementasan tempat FULL sehingga ada yang menonton dari luar kaca.teringat pilem, AADC mirip2x lah yang nonton,....HAHAHAHAHHAHAHAA :)

THE LAST FORTRESS - a solo exhibition by Iwan "ELI"effendi

untuk kedua kali nya iwan effendi, bapak dari ELI si mahkluk hijau membikin pameran tunggal pada bulan bulan oktober lalu, yang bertepatan dengan bulan puasa aauuww.... pameran ini berlangsung dari tgl 15-16 oktober 2006. kenapa dia menamakan THE LAST FORTRESS, karena menurutnya karya2x ini lah sebagai senjata di benteng dia untuk bermain di wilayah seni yang dia pilih. sangat personal, ilustratif, dan menarik. pameran diadakan di VIA-VIA cafe jl.prawirotaman yogyakarta, tempat yang mungil tapi keren, beberapa seniman handal jogja pernah berpameran di tempat ini.....impian saya selain berpameran disini, tempat ini esok menjadi seperti CBGBs nya jogja....HAHAHAHAH.....bermimpi boleh duonks :)
dalam pameran ini,beberapa karya menampilkan figur pesawat pada perang dunia ke 2...entah kenapa, apa karena dia lagi tergila2x sama perang bersejarah itu, karena beberapa kali saya kongkow dengannya, dia selalu mendongeng tg perang dunia ke-2, "ahh dasar penjahat" perang cela saya.........hahahahaha:)
"berkarya&bermain diwilayah seni harus mempunyai pijakan dan mengambil sikap, dan inlah yang saya pilih" ucap iwan dalam pembukaan malam itu....yuup selamat datang di benteng terakhir, awaaasss ada bomm,,,,,,,ciu ciu ciu ciu,,,duar duarrr !!!!!!!--(HeHe)--


Friday, March 9, 2007

RIDE THE LIGHTING

RIDE THE LIGHTING
PARKIR SPACE 24 FEBRUARI -10 MARET 2007



Judul Ride The Ligthing terinspirasi dari sebuah lagu berjudul sama dari Metallica.Arti bebasnya kurang lebih adalah mengendarai cahaya. Judul ini dipergunakan untuk menandai sebuah acara pameran seni rupa yang menampilkan karya-karya dengan medium cahaya. Pameran ini sekaligus sebagai perayaan ulang tahun yang ketiga dari Parkir Space, yang bertempat di Jalan Prawirotaman II, utara pasar Prawirotaman Yogyakarta.
Telah tiga tahun PARKIR SPACE mendampingi kegiatan berseni budaya di Yogyakarta dan sekitarnya. Secara rutin, penyelenggaraan pameran, presentasi, performance, dan pertunjukkan musik,membuat PARKIR SPACE bangga telah menjadi bagian dari keramaian dunia seni (rupa) di Indonesia.Memasuki tahun ketiga ini, yang juga masuk tahun Babi Api versi masyarakat Chinese, PARKIR SPACE mengajak para perupa untuk merayakannya dengan sebuah pameran bertajuk RIDE THE LIGHTING yang menampilkan karya-karya seleksi terbuka dari para perupa yang menggunakan medium cahaya dalam karyanya. Pembukaan pameran RIDE THE LIGHTING dan sekaligus perayaan ulang tahun PARKIR SPACE akan diselenggarakan pada tanggal 24 Februari 2007 sampai dengan 10 Maret 2007. Acara akan dibuka oleh Bp. Soeprapto Soedjono, MFA, Ph.D.,Rektor ISI Yogyakarta. Seni rupa sebagai sebuah karya seni yang proses penikmatan utamanya melalui penglihatan, selalu menempatkan unsur cahaya sebagai bagian yang penting. Yang umumnya dipergunakan adalah pencahayaan untuk memberi kesan yang baik dan menarik bagi karya seni yang dipajang.Dalam kasus ini cahaya hanya dipergunakan sebagai pelengkap karya seni yang massif. Namun pemakaian unsur cahaya itu sendiri sebagai medium berkarya, sekarang ini sudah mulai banyak dipergunakan. Pengaruh teknologi percetakan misalnya, memudahkan orang membuat neon box dengan teknik digital print. Iklan-iklan yang diproduksi massal banyak menggunakan jasa teknologis ini. Kemudahan merangkai dan merekayasa lampu neon juga menghasilkan karya-karya instalasi lampu. Begitu juga lampu-lampu yang berkelip-kelip, bisa dipergunakan untuk menghadirkan sensasi visual yang menarik. Tetapi perlu diingat pula, pemakaian unsur cahaya sebagai medium seni tidak hanya terkait dengan perkembangan teknologi industri dan kelistrikan. Wayang kulit juga menggunakan unsur cahaya itu, sehingga dikenal dalam bahasa Inggris sebagai puppet shadow.Karya seni berbasiskan cahaya ini, juga akan terkait dengan ilmu pengetahuan alam, dalam hal ini ilmu fisika.Karya-karya yang menggunakan kesadaran fisika terutama dalam aplikasinya terhadap gelombang cahaya dan rekayasanya juga merupakan hal yang dipertimbangkan dalam kurasi pameran ini. Pameran ini memamerkan karya-karya seni rupa yang menggunakan cahaya sebagai unsur pokok karya. Cahaya dalam seni rupa bisa menghadirkan ilusi warna. Warna dalam seni rupa, selain pigment juga diperoleh melalui proses inderawi yang dipengaruhi oleh unsur cahaya.Karya-karya seni rupa dalam pameran ini juga menggunakan unsur cahaya itu sendiri sebagai medium karya. Karya tiga dimensional bisa ditempatkan sebagai bentuk yang mandiri ataupun bentuk yang terkait dengan benda lain, misalnya dinding atau tergantung di langit-langit.Pameran ini diikuti oleh sekitar 20 perupa muda yang terseleksi. Kami persilahkan untuk menikmati karya-karya tersebut.
GLAM RAW artwork by : rudi aceh

CRYOTORTUE. artwork by : Gd krisna widhiatama

maap kami hanya menaruh 2 foto saja....karena terbatasnya dokumnetasi lagipula memang ini yang kami anggap keren :) semoga berkenan !!!!

Friday, March 2, 2007

T-SHIRT FROM MARS

Another Possibility is Possible

di Bentara Budaya Yogyakarta
Pembukaan : 06 Maret 2007, Pukul 19.00 WIB
Pameran: 06 - 14 Maret 2007
Seniman: Angki Purbandono, Uji Handoko a.k.a Hahan, Bambang Wicaksono, Eddi Prabandono, Eddi Hara, Ari Dyanto, Carolina Rika, Agung Kurniawan, Samuel Bagas a.k.a Gentong, Eko Didik Sukowati a.k.a Codit, Aswino Aji, Eko Nugroho, Riono Tanggul Nusantara a.k.a Tatang, Wedhar Riyadi, Iwan Effendi.

T-Shirt from March adalah pameran seni yang menggunakan media t-shirt (kaos oblong) sebagai bagian utama. Dengan mengundang seniman yang terbiasa bekerja secara mandiri, untuk bekerja dengan berdasarkan sebuah mentalitas industri, dalam hal ini industri kaos. Kaos sebagai bagian dari gaya hidup kekinian, tidak lagi dapat dilepaskan dari desainnya.

Proyek T Shirt from March ini salah satunya bertujuan untuk menciptakan desain yang tidak seragam. Jadi semacam tawaran atas penyeragaman desain seperti yang selama ini kita temui di distro-distro. Setidaknya mencoba untuk menawarkan sebuah desain kepada publik pecinta kaos bahwa desain kaos belum mati. Masih hidup meski kembang kempis digencet juragan distro, yang percaya akan adanya satu selera: selera distro.

T-Shirt from March adalah sebuah tawaran bagi seniman yang tidak mau terikat dengan kontrak-kontrak itu. Dengan mempertemukan antara pemilik modal, praktisi penyablonan, dan seniman serta infrastrukturnya diharapkan tercipta sebuah hubungan, yang katakanlah, lebih demokratis dan fair. Setiap seniman yang terlibat dalam proyek ini dan kaosnya dicetak komersial maka akan mendapatkan royalti 20% dari harga jual. Pemodal untung seniman pun tidak buntung. Upaya ini merupakan sebuah terobosan karena selama ini desain yang dibuat tidak pernah dianggap sebagai satu hal yang penting. Seringkali seniman cukup puas dengan dibayar sangat sedikit, atau cukup hanya diberi satu kaos gratis. Dengan memperlakukan seniman sebagai sebuah elemen penting dalam rantai produksi sebuah kaos, diharapkan tercipta desain yang lebih beragam dan otentik.

Selain dari upaya untuk mendapatkan semacam fair trade dan otentitas desain kaos, proyek ini bisa dianggap sebagai perluasan media seni rupa. Jadi seni rupa tidak melulu terbatas pada kanvas dan kanvas akan tetapi juga kaos dan berbagai tehnik sablonnya. Pengunaaan Tehnik lain selain kanvas dan teman-temannya, akan mengurangi jumlah pelukis yang mati karena TBC karena paru-parunya penuh dengan uap linj olie.

Pameran ini adalah hasil kerjasama dari Kedai Kebun Forum & In Tee Shirt.
the banner, artwork by: uji handoko AKA hahan
artwork by : bambang " toko " wicaksono
artwork by : eko nugroho
artwork by : uji handoko AKA hahan
artwork by : iwan effendi
artwork by : TATSOY
hahahahaa....MOBOO hadir juga meski sebagai penghias !!!! hahahahaha :)

display exhibition

Saturday, February 24, 2007

GET IT (W) ALL

GET IT (W) ALL

"TITIK PERTEMUAN JALANAN DAN STUDIO"

mencoba menandai sebuah titik pertemuan dari dua perjalanan kreatif yang saling bersebrangan dimana perilaku berkesenian akan dipertukarkan dalam satu ruang bersama. project ini digaags untuk memberi ruang kepada kemungkinan yang akan muncul ketika seniman yang biasa bekerja disalam studio akan dipertemukan dengan seniman yang berkarya di jalanan lewat pendekatan kerja kolaboratif.

PEMBUKAAN DAN DISKUSI :
SABTU, 3 FEBRUARI 2007. 16.00 - 19.00 WIB
LIP AUDITORIUM DAN GALERIE
JL. SAGAN 3 YIGYAKARTA 55223
-------------------------------------------------------
PAMERAN BERLANGSUNG : 5 - 16 FEBRUARI 2007
LIP GALERIE
( SENIN - JUMAT : 10.00 - 19.00 WIB )
-------------------------------------------------------
SENIMAN PESERTA :


- AGATHE DE BAILLIENCOURT
- ARIE DYANTO
- GUSTAFF HARRIMAN
- ARAM TOTER
- IWAN "ELI" EFFENDI
- LOVE HATE LOVE
- WEDHAR RIYADI ( HORRORCUTE )
- TATSOY
- CODIT
- HENDRA "HEHE" HARSONO
- HAHAN
- DIKI "LEOS"
- INDUN "BONZO"
- CHICK AND LADS
- TERRA BAJRAGHOSA ( ROBOTGOBLOK )
- IYOK PRAYOGO
- MUCK
- PLUS
- RUNE
- SQUAD

JOGJA CORNER
Agathe de Bailliencourt

aram TOTER



* thank to : Wimo A, dolly, gustaf, aram and tembokbomber forum
for all photo.i love u :)

customized paper sneaker@ via via cafe jogjakarta.17 september 2006

The show is called Paper Soles, and is based on the global phenomena amongst young people and a product of the footwear industry, more commonly known as sneakers. Sneakers is a term for shoes made from flexible material and rubber soles. Initially used as sportswear, sneakers have now become a dominant item in ‘casual lifestyle’ culture.
Papers Soles comprises of sneakers, along with its box packaging, much like branded sneakers sold on the market. However, unlike those produced for mass consumption, the sneakers in this show are customized and produced manually from paper. This show invites artists that represent this subculture, or sneaker lovers, to use these paper sneakers as a medium for the creation of artworks.
Paper Soles is not a promotion of a shoe industry or marketing brand, but rather a celebration of the youth subculture. This show will open on Sunday, 17 September 2006, and will be exhibited for 3 weeks from this date.


Curator and organizer (and artist):

Arie Dyanto,
neonstarx@yahoo.com, +6281804077211

ViaVia café
Jalan Prawirotaman 30
Jogjakarta-Indonesia
tel:+62 274 386557
viavia@yogya.wasantara.net.id
www.viaviacafe.com

SERANGAN SENDU BULAN GERIMIS


Cumicumi dengan bangga mempersembahkan

SERANGAN SENDU BULAN GERIMIS

Mereka adalah :
Wedhar Riyadi (Pelukis, Ilustrator)
Uji “Hahan” Handoko (Vokalis Black Ribbon, Seniman, Ilustrator)
Decky Leos Firmansyah (Pelukis)
Iwan Effendi (Ilustrator)
Iyok Prayogo (Ilutrator, Gitaris Black Ribbon)
Tatang (Street Artist)
Gde Krisna Widhiatama (Toys Artist, Penggemar Horor)

“ini adalah karya senirupa yang benar-benar ada saat ini. Karya yang dibuat oleh para seniman muda, dan ditujukan pada para apresiator muda, dan juga kolektor muda” 
Memilih ruang tanpa “kubu” ternyata bisa jadi menjadi kubu tersendiri. Untuk itulah mengapa cumicumi kembali memilih Kafe Deket Rumah sebagai tempat menggelar pameran ini.
Seniman muda jaman sekarang bukan lagi sosok yang misterius. Seniman muda jaman sekarang juga generasi MTV. Generasi yang tumbuh dan hidup dengan diiringi hingar bingar musik punk, kartun-kartun gothic ala Tim Burton, penyegar otak macam PS 2, dan referensi-referensi visual yang diakses dari website anak muda macam Juxtapose dan Kidrobot.
Inilah realita seni rupa yang ada. Bahwa telah lahir satu generasi lagi dari medan seni rupa yang begitu subur. Bahwa memang telah muncul satu medan lagi di kancah dunia seni visual. Satu generasi lain yang ingin memberikan pilihan kepada khalayak yang lebih beragam. Bukan melalui peristiwa-peristiwa besar yang pernah terjadi tahun-tahun sebelumnya, melainkan melalui peristiwa yang memang dekat dan tidak berjarak dengan publiknya.
Anak muda merupakan sasaran yang dipilih oleh cumicumi. Sebab memang seperti hampir mustahil membayangkan sebuah lukisan dengan gambar tengkorak menjulurkan lidah menghiasi ruang tamu seorang kolektor yang berusia di atas tiga atau empat puluhan tahun. Kalau memang ada yang suka, syukurlah… kami anggap itu bonus besar. Tapi bicara masalah kesamaan selera, cumicumi ingin mencoba merangkul mereka yang bicara tentang hal yang sama. Masalah mereka sebagai personal. Masalah anak muda yang memiliki dunia yang memang penuh warna, atau bahkan justru sangat minim warna.
cumicumi ingin menawarkan satu cara bicara yang lain. Bicaralah sesuai dengan caramu ingin bicara. Percayalah… akan ada teman yang mendengarkan.
Pameran “Serangan Sendu Bulan Gerimis” akan dibuka pada tanggal 5 April 2006.
Pameran akan berlangsung mulai tanggal 5 April 2006 – 5 Mei 2006,
di Kafe Deket Rumah, Jl. Candrakirana No. 10 Sagan, Yogyakarta.

Iyok Prayogo artwork
Uji “Hahan” Handoko artwork
Decky Leos Firmansyah artwork
Gde Krisna Widhiatama artwork
Tatang artwork
Wedhar Riyadi artwork